Jumat, 17 Januari 2014

KETIKA ALLAH MENGABULKAN DO'A DO'AKU

Siapa yang pernah menduga.do'a dan impian terwujud beberapa tahun kemudian,bagi kita terasa lama,tetapi bagi Allah hanya seperti membalikkan telapak tangan,kun fayakun

Dalam Hadist Qudsi :
"Sesungguhnya Allah berfirman : Aku sebagaimana prasangka hambaku kepadaKu,aku bersamanya jika ia berdo'a kepadaKU "(HR Turmudzi)

Semua tergantung hati dan pikiran kita...ketika kita optimis dan yakin;Allah mengabulkan keinginan kita,ketika harapan dan do'a kita tak kunjung tiba,,Allah menundanya untuk kebaikan kita


Saat aku tertimpa musibah,hanya ada harapan,dapatkah aku mencurahkan kepedihan ku serta menuntaskan airmata ,,mengadu dan bersujud di rumahMU (Baitullah)
Dan yang paling utama adalah menunaikan Rukun Islam 

Rasanya waktu itu,hanyalah harapan yang tak mungkin,berangkat naik Haji?? hanya impian
Tapi aku selalu yakin,yang tak mungkin bagi kita sebagai hamba Allah yang dhaif,sangat mudah bagi Allah

Berdoa ...konon katanya ketika kita terdzalimi maka Allah akan mengabulkan do'a kita,semakin hari semakin besar harapan pergi ke tanah suci,,,

Maha Besar Allah,ketika tengah malam berkumpul setelah meninggalnya ayahanda tercinta,Maret 2005,salah satu adikku menawarkan aku berangkat ke tanah suci

Subhanallah,,,uluran tanganMu melalui adikku,

Allah sangat memudahkan,diperkirakan 2 taun kemudian aku dan adikku berangkat,,malah tanpa persiapan apapun,aku medapat telpon bisa berangkat tahun 2005

Sempat bingung karena 5 anakku masih membutuhkan tanganku,tapi hanya karena selalu yakin,Allah mengizinkan aku berangkat,aku pasrahkan anak2ku dalam penjagaanNya

"DAN JANGAN KAMU BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH.SESUNGGUHNYA TIADA BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH MELAINKAN KAUM YANG KAFIR
(QS YUSUF 87)





Mexico City...17 Januari 2014

Minggu, 06 Oktober 2013

SAAT AKU GUNDAH RINDU ANAK2KU NUN JAUH DI INDONESIA

Mengingat Allah Adalah Penangkal dan Penawar Gelisah


Hati adalah salah satu anugerah Allah swt yang tidak ternilai harganya bagi manusia. Dengan hati, manusia dapat merasakan suka, duka, bahagia, derita, kecewa, bangga, dan lain-lain. Dengan hati, manusia dapat meraba persaan orang lain. Dengan hati, manusia dapat membuat kehidupan ini penuh dengan kedamaian dan kasih sayang. Memang, hati adalah keajaiban yang senantiasa menuntun manusia pada cahaya. Namun, hati pun dapat terluka dan menderita penyakit yang sangat membahayakan pemiliknya. Apa sajakah penyakit yang dapat menggerogoti hati? Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
Allah swt telah melengkapi manusia dengan perangkat tubuh yang disebut dengan hati. Hati ini, pada dasarnya telah diciptakan bersih oleh Allah swt bersih dari berbagai macam penyakit. Namun, seiring dengan nafas kehidupan yang terus berhembus dan kian menua dalam rimba kehidupan, perlahan hati pun mulai terkontaminasi, terkotori, dan akhirnya menjadi tempat bersemayamnya berbagai macam penyakit, yang salah satunya adalah penyakit gelisah.
“Gelisah”, inilah salah satu jenis penyakit yang sering kali menyerang pertahanan hati. Gelisah merupakan penyakit hati  yang banyak menyerang manusia, baik orang tua maupun para generasi muda.
Gelisah merupakan salah satu  penyakit hati yang sangat berbahaya. Satu penyakit hati ini saja mampu memberikan berbagai efek negatif dalam kehidupan seseorang. Karena gelisah, seseorang dapat terjerumus kepada pelarian yang tidak semestinya, seperti malas belajar dan sekolah, malas bekerja,  minum minuman yang memabukkan dan menggunakan obat-obatan terlarang (miras), terjerumus pada seks bebas, terdampar dalam dunia diskotik  yang penuh dengan maksiat, dan berbagai sarana pelarian lainnya yang mengandung unsur-unsur maksiat. Jadi, satu penyakit hati ini saja dapat menimbulkan berbagai macam efek negatif dalam kehidupan seseorang, minimal akan menurunkan dan atau menghilangkan prestasinya, dan maksimal akan melemparnya ke limbah maksiat dan dosa.
Gelisah, memang satu penyakit hati yang sangat berbahaya namun hampir tidak pernah dipertimbangkan oleh kebanyakan manusia. Karena, biasanya mereka sudah memiliki cara masing-masing untuk menghilangkan gelisah tersebut. Ada yang menghilangkannya dengan cara-cara yang sesuai atau tidak melanggar syariat, namun banyak pula yang menghilangkan penyakit tersebut dengan cara-cara yang menyimpang dari syariat. Akibatnya, gelisah mereka hilang, dosa pun menerkam.
Allah swt telah menciptakan dan menganugerahkan hati bagi manusia sebagai salah satu perangkat kehidupan yang sangat vital, yang akan membantu melihat dan mendengar seruan Allah swt, yang akan membantunya dapat merasakan apa yang tengah dirasakan oleh orang lain. Namun, kita juga mengetahui bahwa segala sesuatu itu ada, tiada, terjadi, dan tidak terjadi hanya karena Allah swt. Dari sana, kita juga tahu bahwa Allah swt-lah yang telah menciptakan penyakit, dan Allah swt-lah yang memiliki penawarnya. Dan satu-satunya penawar yang paling efektif dan tidak bertentangan dengan syariat Islam untuk menangkal atau mengobati penyakit gelisah adalah dengan cara selalu mengingat Allah swt, sebagaimana telah dikatakan dengan jelas oleh Allah swt di dalam Al Quran, yang artinya:
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)
Dalam ayat di atas, Allah swt telah dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa “… hanya dengan mengingat Allah swt-lah maka hati akan menjadi tenteram”. Maka tidak ada lagi penawar dan penangkal yang lebih baik dan lebih barakah lagi selain dengan cara mengingat Allah swt. Lalu, bagaimanakah yang dimaksud dengan mengingat Allah swt tersebut?
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengingat Allah swt, misalnya berdzikir, sholat, mempelajari dan membaca Al Quran serta mengamalkannya, senantiasa bersyukur kepada Allah swt, meyakini pertolongan Allah swt, dan perbanyak merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt yang terdapat di alam semesta maupun fakta sejarah.

1. Dzikrullah (dzikir kepada Allah swt)
Dzikir kepada Allah swt merupakan salah satu cara yang sangat ampuh agar selalu  mengingatkan kita kepada Allah swt. Kenapa demikian? Karena, dzikir dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun (kecuali ketika tengah berada di dalam toilet atau sedang buang air), serta oleh siapapun (tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, sedang berhadats maupun dalam keadaan suci).
Dzikir juga merupakan salah satu amalan yang sangat mudah dan ringan untuk dikerjakan, dapat dilakukan di dalam hati maupun disuarakan dengan lisan. Dzikir ini pun tidak diikuti aturan mengenai batas minimal atau maksimal untuk melakukannya, intinya adalah niat dan keikhlasan kita.
Mengingat Allah swt melalui berdzikir dapat dilakukan dengan cara mengucapkan kalimat-kalimat thoyyibah (seperti, astagfirullaahal’adhim, subhanallah, alhamdulillah, Laa ilaa ha Illallah, Allahu Akbar) secara lisan maupun di dalam hati berulang-ulang dan terus-menerus, sebanyak yang kita mampu.
Dzikir merupakan salah satu media untuk mengingat Allah swt dalam segala aktivitas (kecuali pada saat buang air atau sedang berada di dalam toilet), ketika berbaring, duduk, maupun berdiri.
“… Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah(berdzikir) hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)
Satu hal yang harus diingat adalah, untuk dapat selalu mengingat Allah swt dan berhasil menghapus atau menangkal rasa gelisah, dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan dan atau hati saja. Dzikir kepada Allah swt merupakan rangkaian aktivitas yang melibatkan segenap hati, lisan, dan juga perbuatan. Tanpa bersatunya ketiga aspek tersebut, maka sulit pula atau bahkan tidak mungkin bagi hati kita untuk bersatu dengan Allah swt.

2. Sholat
Sholat yang merupakan ibadah paling utama bagi umat muslim juga merupakan salah satu sarana penangkal dan penawar berbagai macam penyakit hati yang bersarang di dalam dada manusia. Jelas saja, sholat merupakan ibadah yang totalitas hanya mengingat kepada Allah swt, yang secara total juga hanya diisi dengan kalimat-kalimat dzikrullah, ayat-ayat Allah swt.
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)
Sholat merupakan aktivitas komunikasi langsung dengan Allah swt, Zat yang menggenggam dan menguasai segala hati, yang menciptakan penyakit dan yang menyembuhkannya tanpa rasa sakit. Jika seseorang telah terhubung dan berkomunikasi dengan Allah swt secara langsung dalam sholat yang khusyuk, maka mustahil baginya terserang penyakit gelisah. Karena gelisah menyerang hati, dan Allah swt-lah yang menggenggam dan menguasai segala hati.

3. Membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al Quran


“ Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.”
 (QS.Az Zumar : 23)
“… kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah …”, itulah janji Allah swt kepada hamba-Nya senantiasa mengistiqomahkan diri mereka untuk selalu membaca, mempelajari, dan merenungi ayat-ayat Al Quran secara terus-menerus.
Di sinilah, salah satu nilai pentingnya mengamalkan dan membaca Al Quran secara kontinyu. Karena, Al Quran merupakan kitab yang berisikan kalimat-kalimat yang penuh dengan kebaikan, ayat-ayat Allah swt yang telah diturunkan di bulan yang penuh dengan barakah, bulan Ramadahan, maka tidak heran dan tidak perlu lagi untuk diragukan bahwa Al Quran akan menjadi penenang hati-hati yang membacanya, bahkan bagi para pendengarnya, sebagaimana firman Allah swt di dalam Al Quran, yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”. (QS. Al Anfal : 2)
Senantiasa basahi lidah dan jiwa kita dengan lantunan kalimat-kalimat Allah swt yang termuat di dalam Al Quran, niscaya ketenangan jiwa akan menjadi milik kita.

4. Bersyukur Kepada Allah swt
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumatkan, Jika kamu bersyukur akan karuniaKu, pasti Aku tambah untukmu, jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”. (QS. An Nahl : 112)
Kedua ayat di atas telah memberikan gambaran mengenai peranan rasa syukur kepada Allah swt. Pada QS. Ibrahim: 7, Allah swt telah mengatakan bahwa Allah swt akan menambahkan nikmat-Nya kepada orang-orang yang bersyukur atas segala yang telah mereka peroleh dan mereka miliki. Dan Allah swt akan mengazab orang-orang yang mengingkari nikmat Allah swt (tidak mau bersyukur) dengan azab yang sangat pedih.
Dan pada QS. An Nahl : 112, Allah swt telah memberikan gambaran kepada kita mengenai nasib orang-orang yang tidak mau bersykur atau ingkar kepada Allah swt. Allah telah mengazab mereka dengan kelaparan dan ketakutan.
Dari gambaran kedua ayat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa orang-orang yang senantiasa bersyukur akan memperoleh tambahan nikmat. Hal ini tentu saja akan menambah ketenangan bagi mereka yang memperolehnya. Atau boleh jadi nikmat yang ditambahkan itu berupa nikmat ketenangan jiwa yang selalu dicari-cari oleh kebanyakan atau seluruh manusia. Sedangkan bagi mereka yang ingkar atau tidak mau bersyukur, maka Allah swt akan mengazab mereka dengan azab yang sangat pedih. Pada surah An Nahl : 113, Allah swt telah mengazab orang-orang semacam ini dengan kelaparan dan ketakutan.
Kalau seseorang telah mendapat azab dari Allah swt, baik berupa kelaparan, kehausan, kemiskinan, kebodohan, ketakutan, atau azab dalam bentuk apapun, maka mustahil bagi mereka untuk merasakan ketenangan dalam hidupnya.

5. Yakinlah akan pertolongan Allah swt
“Masalah”… Ya, “masalah”, itulah yang menjadi pemicu utama timbulnya kegelisahan dalam jiwa seseorang. Banyak sekali manusia, bahkan mungkin hampir setiap manusia akan merasakan penyakit gelisah ini manakala dihadapkan pada suatu permasalahan. Rasa takut terhadap berbagai masalah yang menimpanya. Takut tidak dapat menyelesaikannya. Takut tidak ada yang akan menolongnya keluar dari masalah tersebut.
Di sinilah, hendaknya kita mulai untuk yakin kepada Allah swt. Ya, sebagai seorang muslim hendaknya kita mulai menanamkan secara mendalam di dalam jiwa kita bahwa Allah swt adalah satu-satunya pemberi petunjuk dan pertolongan yang terbaik bagi umat-Nya. Dan satu hal lagi yang wajib kita yakini adalah bahwa pertolongan Allah swt itu dekat kepada umat-Nya.
Dengan meyakini bahwa pertolongan Allah swt itu dekat, maka kegelisahan pun niscaya akan hilang. Karena kita tahu dan yakin bahwa Allah swt pasti akan menolong hamba-Nya yang membutuhkan.
“Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Imran : 126)
“bilakah datangnya pertolongan Allah?”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS Al Baqarah : 214).

6. Merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt
Satu hal lagi yang harus dilakukan untuk menghilangkan gelisah dan memperoleh ketenangan batin adalah dengan jalan selalu merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt.
Allah swt telah menciptakan alam ini dengan kekuasaan-Nya yang luar biasa. Dan di sanalah terdapat beraneka tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi orang-orang yang mau berpikir dan merenungkannya. Di sana ada siang dan malam yang terus silih-berganti dengan waktu yang tetap, siapa yang memberikan jadwal? Di sana ada planet-planet yang beredar di garis edarnya masing-masing dan tidak pernah berenturan ataupun berebutan, siapa yang mengaturnya? Di sana ada langit yang luas luar biasa mengambang tanpa penyanggah, siapa yang menopangnya? Di sana ada buah duriann matang yang manis rasanya, siapa yang menaburinya dengan gula? Di sana ada buah kelapa muda yang jika dibelah ada airnya yang sangat segar, siapa yang menuangkannya? Berikut firman Allah swt di dalam Al Quran:
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Al Fushshilat : 53)
“Dan Dia lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (QS. Ar Ra’du : 3)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati(kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan “. (QS. Al Baqarah : 164)
“Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kukuh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)”. (QS. Qaf : 7 – 8)
“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. An Nahl : 15)
“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran”. (QS. Al Hijr : 19)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal….” (QS. Ali Imran : 190)
Selain itu, kita juga dapat merenungi kebesaran-kebesaran Allah swt melalui fakta-fakta sejarah yang banyak diceritakan di dalam Al Quran dan Al Hadits.
Demikianlah artikel sederhana mengenai “Mengingat Allah Adalah penangkal dan Penawar Gelisah”. Semoga artikel sederhana ini dapat memberikan barakah bagi kita semua. Amin

Senin, 16 September 2013

BELAJAR DARI ORANG BUTA

  • Bismillahirrahmaanirrahim.

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

    :: سئل أحد الحكماء : ممن تعلمت الحكمة ؟! قال : من الرجل الضرير ؟ ...لأنَّه لا يضع قدمه على الأرض إلا بعد أن يختبر الطريق بعصاه

    Suatu hari, salah seorang hukama (ahli hikmah), ditanya :"kamu dari mana sih belajar tentang hikmah?" Ia menjawab :"dari orang buta".( "Lha, koq bisa begitu?) ". "Iyah, sebab orang buta itu tidak akan mau meletakkan kedua telapak kakinya ketanah, untuk berjalan, sebelum ia mengetahui dulu dengan tongkatnya akan sikon jalanan itu".

    Dari pelajaran diatas, dapat kita mengambil i'tibar, bahwa :

    1. "Janganlah berkata/berbuat segala sesuatu sebelum mengetahui dulu sikonnya bagaimana".Kata orang, gigit lidah/jari dulu sebelum berucap, pikir dulu sebelum berbuat. Pikir itu pelita hati, kata orang tua kita.

    2. Bila ingin memilih pasangan, jangan keburu-buru, perhatikan dulu, uji dulu dan lihat betul siapa dia, kepribadiannya, kesehatannya, keturunannya(maksudnya, berasal dari ayah ibu/keluarga semacam apa), agamanya, sampaipun maaf tubuhnya, ia cacat atau kagak, tuli, buta, atau apalah. (bukan berarti harus ditelanjangi begitu,..kan bisa ditanya pada orang terdekat). Sebelum memutuskan, harus jelas dulu, jangan membeli kucing dalam karung, menyesal dikemudian hari kelak.

    3. Kalau mau bepergian kesuatu tempat, pelajari dulu sikon dinegara tersebut, daerahnya bagaimana, masyarakatnya bagaimana,..dst...

    4, 5./dst....yang masih sangat banyak, dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Yang pasti, ambil pelajaran dari cara orang buta berjalan. Karena itu jangan pernah meremehkan seseorang yang lebih rendah kedudukannya, kepintarannya, ilmunya, kekayaannya, jabatannya, kecantikannya, kehebatannya dari kita, karena bisa jadi, dia jauh lebih baik dari kita, bahkan bisa jadi dia lebih beruntung dari kita.

    Lihatlah betapa orang buta, lebih terpelihara matanya dari memandang hal-hal yang tak pantas, dibandingkan kita, terlalu banyak memandang, banyak dosa, akibatnya lebih gampang masuk neraka, ketimbang si Buta.(hehehe..ingat kisah flm masa anak-anak, si Buta dari Gua hantu, bukan ini yang dimaksudkan, tapi benar-benar si Buta yang bisa kita ambil pelajaran dari dirinya)

    Wassalam

Senin, 06 Mei 2013

MAKE ME STRONG
SAMI YUSUF


I know I am waiting

waiting for something
Something to happen to me
But this waiting comes with
trials and challenges
nothing in life is free
i wish that somehow
You'd tell me out aloud
that on that day i'll be ok

but we'll never know cause
thats not the way
help me find my way

My Lord show me right from wrong
Give me light make me strong
I know the road is long
make me strong
sometimes its just get too much
I feel that life lost touch
I know the road is long
make me strong

I know i am waiting
Yearning for something
Something known only to me

This waiting comes with
Trial and challenges
Life is one mystery
I wish that somehow
You'd tell me out aloud
That on the day You'll forgive me
But we'll never know cause
Thats not the way is works
i beg for Your Mercy

My Lords show the right from wrong
Give me light make me strong
I know the road is long
Make me strong
Sometimes its just get too much
i feel that i've lose touch
i know the road is long
make me strong


Minggu, 05 Mei 2013



Islam Agama yang indah dan mudah

Islam is a beautiful religion and easy

lam

Kamis, 25 April 2013


By Ustadz Jeffery Al-Bukhari



dare dating ..
means a very bold approach adultery sinful

Dare dating ..
Means that dare to ban almighty

Dare dating ..
Means dare to approach the fire of hell ..

Dare dating ..
Mean to commit a crime.

Dare dating ..
Means the courage to accept His wrath

Well ..
Still dare dating??
:)

In Indonesian : 


By Ustadz Jefry Al-Bukhori
berani berpacaran..
berarti berani mendekati zina yg sangat berdosa

Berani berpacaran..
Berarti berani melakukan larangan yg maha kuasa

Berani berpacaran..
Berarti berani mendekati api neraka..

Berani berpacaran..
Berarti berani melakukan kejahatan.

Berani berpacaran..
Berarti berani menerima adzab-Nya

Nah..
Masih beranikah berpacaran ?? 
:)



Minggu, 21 April 2013


                     


                      WHITE WATER THERAPY

: MUCH DRINKING
1. Drink 2 glasses of water after waking up: Clean internal organs.
2. Drink a glass of water 30 minutes before meals: Helping the entire digestive and kidney function.
3. Drink a glass of water before taking a bath: Lowering blood pressure.
4. Drink a glass of water before going to bed: Preventing strokes and attacks hea "THE sake of time ! Verily people is in loss, except those who believe, and whose pious and charitable-advised to truth and message-a message that advised patience"
-Surah Al A'sr-

Drink while sitting is better than standing up

Scientifically, there is a filter in our body Sfinger, the filter can be open when sitting, and closed when standing. The water we drink is not 100% processed by the body. When we drink while standing, the water we drink is not filtered by the filter sfringer as closed. Water that is not filtered by sfringer continue to enter the bladder (urinary bladder) and can cause disease Kidney Crystals
  That is why Prophet Muhammad forbade drinking while standing